USULAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL
PROGRAM
PEMANFAATAN
JINTAN HITAM (Nigella Sativa) UNTUK PRODUK PANGAN MIE SEBAGAI UPAYA
PENINGKATAN KECERDASAN DAN DAYA INGAT
BIDANG
KEGIATAN:
PKM
KEWIRAUSAHAAN
Diusulkan oleh:
Ringganing Shintia
Novia 110432426579/2011
Ika Putriani 110432426556/2011
Alfinda Yana Afrista 110432426553/2011
Innez Karina Putri 110432426567/2011
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MALANG
2013
PENGESAHAN
USULAN PKM-KEWIRAUSAHAAN
1.
Judul
Kegiatan :
Pemanfaatan Jintan Hitam (Nigella Sativa) untuk Produk
Pangan Mie sebagi Upaya Peningkatan Kecerdasan dan Daya Ingat
2.
Bidang
Kegiatan : PKM-K
3.
Ketua
Pelaksana Kegiatan
a.
Nama
Lengkap : Ringganing Shintia Novia
b.
NIM : 110432426579
c.
Jurusan : Ekonomi Pembangunan
d.
Universitas : Universitas Negeri Malang
e.
Alamat
rumah dan No.Tlpn/HP : Jalan Polowijen
3 No. 16 A Kecamatan Blimbing Kota
Malang (081944883299)
4.
Anggota
Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang
5.
Dosen
Pendamping
a.
Nama
Lengkap dan Gelar : Dr.
Nasikh, S.E.,M.P.,M.Pd.
b.
NIDN :
0027107205
c.
Alamat
Rumah dan No.Tlp/HP : Perum
D’wiga Malang A2 No 33 Lowokwaru Malang
(081233497061)
6.
Biaya
Kegiatan Total
a. Dikti :
Rp
10.271.612,00
b. Sumber
lain : -
7. Jangka
Waktu Pelaksanaan : 5 bulan
Malang, 25-Oktober-2013
Menyetujui,
Plt Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Ketua Pelaksana
Kegiatan
(Dr.
Imam Mukhlis, S.E., M.Si) (Ringganing
Shintia Novia)
NIP 197203092003121001 NIM 110432426579
Wakil Rektor Dosen
Pendamping,
Bidang
Kemahasiswaan UM
(Drs.
H. Sucipto, M.S.) (Dr.
Nasikh, S.E.,M.P.,M.Pd.)
NIP 196103251986011001 NIP 197210272003121002
RINGKASAN
Dalam kegiatan
produksi, selalu ada tujuan khusus dibalik kegiatan produksi tersebut. Tak
terkecuali dengan usulan program kreativitas mahasiswa bidang kewirausahaan
ini. Program ini mengusulkan tentang makanan alternatif yang kaya manfaat dan
baik untuk dikonsumsi. Kemudian terciptalah produk Mie Jintan Hitam (Mie Jiham).
Dipilihnya jintan hitam dalam bahan utama pembuatan mie karena selama ini
konsumsi jintan hitam hanya berupa kapsul obat-obatan. Lalu munculah ide untuk
membuat mie dengan campuran jintan hitam. Dipilihnya mie karena mie adalah
salah satu makanan nusantara.
Beberapa tujuan
diciptakannya produk pangan alternatif ini adalah untuk memupuk jiwa wirausaha
mahasiswa penulis, menciptakan lapangan kerja saat sudah berkembang,
mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan dan mengimplementasikan ilmu yang
diperoleh dari bangku perkuliahan.
Dalam proses
produksi Mie Jintan Hitam digunakan metode produksi manual sistematis.
Maksudnya, dibeberapa bagian produksi dibutuhkan alat untuk mengaduk dan
menggiling adonan. Di bagian produksi lain tenaga manusia tetap dibutuhkan
untuk pengawasan alat, pencampuran adonan, penjemuran, pengemasan dan
pemasaran.
Penjemuran adonan
yang telah berbentuk mie sangat tergantung dengan intensitas matahari. Ini
adalah salah satu tantangan tersendiri untuk tetap menghasilkan produk makanan
yang tetap berkualitas. Mie Jiham dikeringkan supaya tahan lama. Namun, karena
Mie Jiham tidak mengandung pengawet maka konsumsi mie jiham tidak disarankan
lebih dari sebulan dari tanggal produksi.
Mie Jiham yang
telah kering di kemas dengan plastik aluminium foil dengan berat tertentu
sesuai perhitungan biaya produksi. Lalu dipasarkan dengan metode pemasaran
tertentu. Usulan program ini diharapkan mampu untuk diproduksi secara masal dan
berkembang, sehingga tujuan dari usulan program ini tepat sasaran.
BAB
1
PENDAHULUAN
Saat
ini bidang kuliner masih menjadi daya tarik tersendiri untuk dikelola bisnis.
Olahan pangan memang masih menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Kreativitas
dalam mengolah bisnis kuliner menjadi komponen penting dalam persaingan dunia
bisnis kuliner. Pemanfaatan produk lokalpun kerap menjadi pilihan. Sebagian
pebisnis memilih membuat resep baru, atau mengadopsi resep kuliner luar negeri.
Beberapa lebih memilih memberikan kenyamanan dalam fasilitas bisnis kulinernya.
Dan sebagian lain memilih mempertahankan resep asli warisan budaya Indonesia.
Tak jarang inovasi baru dalam dunia kuliner justru datang dari jenis makanan
yang merakyat. Sebut saja mie. Mie merupakan salah satu makanan yang dikenal
setiap orang. Mulai perusahaan besar hingga perusahaan kecil, mulai hotel
bintang lima hingga pedagang kaki lima, semua memanfaatkan keberadaan mie untuk
bisnis mereka. Tentunya dengan berbagai varian rasa, jenis dan macamnya.
Belakangan ini banyak sekali inovasi makanan terbaru yang berasal dari mie.
Seperti banyak diketahui mie adalah makanan yang merakyat, mudah ditemukan dan
cara penyajiannyapun tidak terlalu sulit. Namun yang sangat disayangkan mie
yang beredar dipasaran dan banyak dikonsumsi masyarakat banyak mengandung bahan
pengawet, pengenyal dan pewarna. Beberapa zat pada bahan tersebut dapat
menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Tentunya zat yang terdapat dalam mie tersebut
sangat membahayakan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Untuk
memenuhi kebutuhan akan olahan pangan yang merakyat dan tentunya sehat penuh
khasiat ditemukanlah sebuah terobosan baru yaitu Mie Jiham. Mie jiham adalah
adonan tepung dan komposisi lainnya yang dicampur dengan jintan hitam dengan
berat tertentu yang kemudian dibentuk menjadi mie. Mie jiham dibuat tanpa bahan
pengawet, pengenyal dan pewarna. Sehingga aman dikonsumsi dan baik untuk
kesehatan tubuh. Jintan hitam
atau Habbatussauda (Nigella sativa) adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah
dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah
untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam
perkembangan awal agama Islam.
Manfaat jintan hitam menurut
Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 adalah memperkuat sistem
kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman dan bakteri. Meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam
linolenat (Omega 3), jintan hitam merupakan
nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan,
dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Jintan hitam juga memperbaiki
peredaran darah mikro ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia
pertumbuhan dan lansia. Selain itu, jintan hitam juga berfungsi untuk
mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV. Hasil penelitian Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi
dari Universitas Munich dan laporan terpisah dari penelitian tim Dr. Basil Ali,
Universitas King Faisal, Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology
Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan bahwa jintan hitam dapat
menghentikan pertumbuhan sel tumor. Dengan
mengetahui manfaat jintan hitam yang banyak maka produk olahan mie jiham adalah
produk yang layak dikonsumsi dan berkhasiat. Dengan inovasi yang berbeda
diharapkan banyak pelanggan yang memberikan kepercayaannya untuk mengkonsumsi
mie jiham ini sebagai produk pangan olahan alternatif yang menyehatkan.
GAMBARAN
UMUM RENCANA USAHA
Jintan hitam adalah salah satu tanaman obat yang memiliki banyak
khasiat untuk kesehatan. Tanaman ini dikenal berasal dari daerah Timur tengah.
Yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bijinya. Jintan hitam banyak beredar
di pasaran dengan harga yang sedikit mahal, tersedia dalam bentuk olahan dan
biji asli. Secara umum produksi Mie Jiham dilakukan di kediaman salah satu
anggota usulan program dengan alasan tempat strategis dekat dengan lokasi bahan
baku, dengan lokasi pemasaran dan memiliki lingkungan yang relevan untuk
kegiatan produksi. Lokasi beralamat di Jalan Polowijen 3 No. 16 A Blimbing Kota
Malang.
Lokasi yang
terletak diporos utama kota, sangat mempermudah dalam akses mendapatkan bahan
baku. Bahan baku dapat dengan mudah dibeli di pasar tradisional yangmana lokasi
produksi diapit oleh 2 pasar tradisional (Pasar Tradisional Blimbing Malang dan
Pasar Tradisional Singosari) dengan jarak kurang dari 7 km.
Letak lokasi
produksi juga dekat dengan akses tenaga kerja, yangmana tenaga kerja tersebut
adalah anggota dari usulan program ini. Akses pemasaran juga mudah dilakukan,
karena di sekitar lokasi produksi terdapat banyak organisasi kemasyarakatan.
Keberadaan organisasi tersebut dapat
dimanfaatkan untuk pemasaran. Lokasi produksi didukung oleh sinyal kuat semua
operator sehingga mempermudah pemasaran melalui akses internet.
Mie Jiham
adalah produk baru dalam inovasi makanan. Diperkirakan banyak masyarakat yang
tidak tahu akan produk ini, namun melihat perkembangan perilaku konsumen yang
sangat antusias terhadap produk baru maka optimisme terhadap peluang pasar
sangat besar. Saluran pemasaran digunakan saluran pemasaran yang paling pendek
dan paling sederhana yakni, saluran pemasaran dari produsen ke konsumen tanpa
menggunakan perantara. Produsen dapat langsung menjual barang yang dihasilkan
pada konsumen. Untuk promosi digunakan metode Personal Selling. Metode
tersebut mengharuskan interaksi antar individu, saling bertemu muka yang
ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan
hubungan pertukaran yang saling menguntungkan. Kemajuan teknologi tentunya
harus dimanfaatkan untuk pemasaran. Strategi pemasaran yang kedua ini
menggunakan peran media sosial seperti facebook dan twitter. Keberadaan grup
dalam smartphone juga tak luput dari strategi pemasaran. Hal tersebut
mencerminkan bahwa keberadaan teknologi dan modernisasi mampu dimanfaatkan untuk
kegiatan penjualan.
Berdasarkan
metode penghitungan harga Break Even Point, diperoleh biaya tetap sebesar
Rp 4.630.612
(rincian ada pada lampiran). Biaya tetap adalah biaya konstan untuk tiap
tingkatan hasil produksi, seperti pembelian alat-alat produksi dan
penyusutannya. Dan biaya variabel didapatkan sebesar Rp 5.564.000 (rincian ada
pada lampiran). Biaya variabel adalah biaya yang berubah-ubah disebabkan oleh
adanya perubahan jumlah hasil, bila jumlah barang yang dihasilkan bertambah
maka biaya variabelnya meningkat. Hasil produksi diperkirakan mencapai 100kg
dengan berat per kemasan 50gram, dari sini diperoleh hasil produksi sebesar
2000 kemasan dengan harga jual per kemasan Rp 6.000. Harga tersebut adalah
harga yang cocok untuk satu kemasan mie jintan hitam yang berkhasiat.
Menurut
metode penghitungan harga Break Even Point, usaha ini memiliki titik impas
sebanyak 1439 kemasan, jadi penjualan minimal sebanyak 1439 kemasan sudah
menutupi biaya produksi. Namun, setiap produsen pasti menginginkan laba, maka
laba yang didapat dari penjualan adalah keberhasilan dari penjualan sisa
kemasan penjualan minimal tadi (561 kemasan).
BAB
3
METODE
PELAKSANAAN
1.
Tahap Perencanaan
Dalam tahap perencanaan dilakukan
sebuah survei pasar. Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi pasar,minat
konsumen, dan akses transportasi terhadap bahan baku. Survei dilakukan pula
untuk mengetahui sasaran konsumen yangmana dalam hal ini sasaran komunitas
lingkungan yang bagaimana yang bisa dijadikan lahan invasi pemasaran.
2.
Tahap Persiapan
Dalam tahap persiapan dilakukan
penyediaan bahan baku seperti tepung terigu, telur, jintan hitam, bumbu-bumbu,
kemasan dan pengadaan sarana produksi termasuk alat-alat dan tempat produksi.
3. Tahap
Produksi
Hal yang
pertama dilakukan dalam tahap produksi adalah mencampur tepung terigu
berprotein tinggi, garam, telur, jintan hitam dan air dalam satu wadah hingga
menjadi adonan yang kalis. Agar adonan tercampur rata dan baik maka digunakan
big mixer. Kemudian dilakukan tahap penghalusan adonan dari tingkat ketebalan 2
hingga 4 dengan alat yang disebut “Markato”. Markato adalah alat untuk
menghaluskan, menipiskan, dan membentuk adonan sesuai bentuk mie jiham yang
dikehendaki. Adonan yang sudah berbentuk mie langsung ditaruh di gantungan pengering
yang digunakan untuk mengeringkan. Pengeringan mie dilakukan di bawah atap
fiberglass. Penjemuran dilakukan diruang tertutup dibawah atap fiberglass agar
higienitas mie tetap terjaga. Setelah mie kering sempurna mie ditimbang dengan
berat tertentu untuk dikemas dan dipress.
4. Pemasaran
dan Pengemasan Produk
Produk mie
jiham yang telah kering dikemas dengan menggunakan alumunium foil dengan stiker
merek mie jiham. Dan dipress agar isi tidak mudah rusak. Kemudian mie
dipasarkan dengan metode pemasaran Personal Selling dan saluran
pemasaran langsung, selain itu digunakan pula sistem pemasaran secana online
dengan memanfaatkan media sosial, grup smartphone, dan fasilitas interaksi
smartphone lainnya.
Tahap
Evaluasi dan Pelaporan
Tahapan akhir yang dilakukan adalah
kegiatan evaluasi yang berada pada tahap akhir produksi. Tahap evaluasi
berisikan laporan data kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga tahap
produksi sekaligus penjualan. Tahap evaluasi ditujukan untuk mengetahui
rangkaian kegiatan usaha, keuntungan yang didapat, dan kinerja SDM. Sehingga
dengan adanya tahap evaluasi hal-hal yang kurang dapat segera ditutupi agar
konsumen mendapat pelayanan yang prima dan usaha ini tetap dipercaya.
BAB
4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
1.
Ringkasan
Anggaran Biaya PKM-K
|
No
|
Jenis pengeluaran
|
Biaya
(Rp)
|
|
1.
|
Peralatan
penunjang (Penggiling markato,big mixer,loyang,baskom, pisau, gelas ukur, timbangan,
pamflet, atap fiberglass, gantungan pengering, mesin press,kontainer
penyimpanan, penyusutan alat-alat)
|
Rp 4.630.612
|
|
2.
|
Bahan habis pakai (tepung terigu, tepung sagu, telur, garam, air,
jintan hitam, aluminium foil,stiker)
|
Rp 5.564.000
|
|
3..
|
Perjalanan (perjalanan pembelian bahan baku ke pasar tradisional)
|
Rp 12.000
|
|
4.
|
Administrasi (pembelian pulsa modem, pencetakan dokumen program)
|
Rp 65.000
|
|
|
Total
|
Rp 10.271.612
|
2.
Jadwal Kegiatan
|
No
|
Jenis Kegiatan
|
Bulan
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1.
|
Perencanaan
|
√
|
|
|
|
|
2.
|
Persiapan
|
|
√
|
|
|
|
3.
|
Produksi
|
|
|
√
|
|
|
4.
|
Pemasaran Pengemasan
|
|
|
√
|
|
|
5.
|
Pelaporan
|
|
|
|
√
|
DAFTAR PUSTAKA