Senin, 04 November 2013




 
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN JINTAN HITAM (Nigella Sativa) UNTUK PRODUK PANGAN MIE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KECERDASAN DAN DAYA INGAT




BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:
Ringganing Shintia Novia                   110432426579/2011
Ika Putriani                                         110432426556/2011
Alfinda Yana Afrista                          110432426553/2011
Innez Karina Putri                               110432426567/2011






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MALANG
2013

PENGESAHAN USULAN PKM-KEWIRAUSAHAAN
1.      Judul Kegiatan                                          : Pemanfaatan Jintan Hitam (Nigella Sativa)  untuk Produk  Pangan Mie sebagi Upaya Peningkatan Kecerdasan dan Daya Ingat
2.      Bidang Kegiatan                                       : PKM-K
3.      Ketua Pelaksana Kegiatan
a.       Nama Lengkap                              : Ringganing Shintia Novia
b.      NIM                                              : 110432426579
c.       Jurusan                                          : Ekonomi Pembangunan
d.      Universitas                                    : Universitas Negeri Malang
e.       Alamat rumah dan No.Tlpn/HP    : Jalan Polowijen 3 No. 16 A Kecamatan  Blimbing Kota Malang (081944883299)
f.       Alamat email                                 : shintiaringga@ymail.com
4.      Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis       : 4 orang
5.      Dosen Pendamping
a.       Nama Lengkap dan Gelar             : Dr. Nasikh, S.E.,M.P.,M.Pd.
b.      NIDN                                            : 0027107205
c.       Alamat Rumah dan No.Tlp/HP    : Perum D’wiga Malang A2 No 33 Lowokwaru  Malang (081233497061)
6.      Biaya Kegiatan Total
a.       Dikti                                              : Rp 10.271.612,00
b.      Sumber lain                                   : -
7.      Jangka Waktu Pelaksanaan                       : 5 bulan

Malang, 25-Oktober-2013

Menyetujui,

Plt Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan                             Ketua Pelaksana Kegiatan






(Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si)                                           (Ringganing Shintia Novia)
    NIP 197203092003121001                                                        NIM 110432426579

Wakil Rektor                                                                                  Dosen Pendamping,
Bidang Kemahasiswaan UM





(Drs. H. Sucipto, M.S.)                                                        (Dr. Nasikh, S.E.,M.P.,M.Pd.)
NIP 196103251986011001                                                      NIP 197210272003121002

RINGKASAN
Dalam kegiatan produksi, selalu ada tujuan khusus dibalik kegiatan produksi tersebut. Tak terkecuali dengan usulan program kreativitas mahasiswa bidang kewirausahaan ini. Program ini mengusulkan tentang makanan alternatif yang kaya manfaat dan baik untuk dikonsumsi. Kemudian terciptalah produk Mie Jintan Hitam (Mie Jiham). Dipilihnya jintan hitam dalam bahan utama pembuatan mie karena selama ini konsumsi jintan hitam hanya berupa kapsul obat-obatan. Lalu munculah ide untuk membuat mie dengan campuran jintan hitam. Dipilihnya mie karena mie adalah salah satu makanan nusantara.
Beberapa tujuan diciptakannya produk pangan alternatif ini adalah untuk memupuk jiwa wirausaha mahasiswa penulis, menciptakan lapangan kerja saat sudah berkembang, mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan.
Dalam proses produksi Mie Jintan Hitam digunakan metode produksi manual sistematis. Maksudnya, dibeberapa bagian produksi dibutuhkan alat untuk mengaduk dan menggiling adonan. Di bagian produksi lain tenaga manusia tetap dibutuhkan untuk pengawasan alat, pencampuran adonan, penjemuran, pengemasan dan pemasaran.
Penjemuran adonan yang telah berbentuk mie sangat tergantung dengan intensitas matahari. Ini adalah salah satu tantangan tersendiri untuk tetap menghasilkan produk makanan yang tetap berkualitas. Mie Jiham dikeringkan supaya tahan lama. Namun, karena Mie Jiham tidak mengandung pengawet maka konsumsi mie jiham tidak disarankan lebih dari sebulan dari tanggal produksi.
Mie Jiham yang telah kering di kemas dengan plastik aluminium foil dengan berat tertentu sesuai perhitungan biaya produksi. Lalu dipasarkan dengan metode pemasaran tertentu. Usulan program ini diharapkan mampu untuk diproduksi secara masal dan berkembang, sehingga tujuan dari usulan program ini tepat sasaran.

BAB 1
PENDAHULUAN
Saat ini bidang kuliner masih menjadi daya tarik tersendiri untuk dikelola bisnis. Olahan pangan memang masih menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Kreativitas dalam mengolah bisnis kuliner menjadi komponen penting dalam persaingan dunia bisnis kuliner. Pemanfaatan produk lokalpun kerap menjadi pilihan. Sebagian pebisnis memilih membuat resep baru, atau mengadopsi resep kuliner luar negeri. Beberapa lebih memilih memberikan kenyamanan dalam fasilitas bisnis kulinernya. Dan sebagian lain memilih mempertahankan resep asli warisan budaya Indonesia. Tak jarang inovasi baru dalam dunia kuliner justru datang dari jenis makanan yang merakyat. Sebut saja mie. Mie merupakan salah satu makanan yang dikenal setiap orang. Mulai perusahaan besar hingga perusahaan kecil, mulai hotel bintang lima hingga pedagang kaki lima, semua memanfaatkan keberadaan mie untuk bisnis mereka. Tentunya dengan berbagai varian rasa, jenis dan macamnya. Belakangan ini banyak sekali inovasi makanan terbaru yang berasal dari mie. Seperti banyak diketahui mie adalah makanan yang merakyat, mudah ditemukan dan cara penyajiannyapun tidak terlalu sulit. Namun yang sangat disayangkan mie yang beredar dipasaran dan banyak dikonsumsi masyarakat banyak mengandung bahan pengawet, pengenyal dan pewarna. Beberapa zat pada bahan tersebut dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Tentunya zat yang terdapat dalam mie tersebut sangat membahayakan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Untuk memenuhi kebutuhan akan olahan pangan yang merakyat dan tentunya sehat penuh khasiat ditemukanlah sebuah terobosan baru yaitu Mie Jiham. Mie jiham adalah adonan tepung dan komposisi lainnya yang dicampur dengan jintan hitam dengan berat tertentu yang kemudian dibentuk menjadi mie. Mie jiham dibuat tanpa bahan pengawet, pengenyal dan pewarna. Sehingga aman dikonsumsi dan baik untuk kesehatan tubuh. Jintan hitam atau Habbatussauda (Nigella sativa) adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam. Manfaat jintan hitam menurut  Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman dan bakteri. Meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3), jintan hitam merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Jintan hitam juga memperbaiki peredaran darah mikro ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia. Selain itu, jintan hitam juga berfungsi untuk mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV. Hasil penelitian Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich dan laporan terpisah dari penelitian tim Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal, Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan bahwa jintan hitam dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor. Dengan mengetahui manfaat jintan hitam yang banyak maka produk olahan mie jiham adalah produk yang layak dikonsumsi dan berkhasiat. Dengan inovasi yang berbeda diharapkan banyak pelanggan yang memberikan kepercayaannya untuk mengkonsumsi mie jiham ini sebagai produk pangan olahan alternatif yang menyehatkan.

BAB 2
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Jintan hitam adalah salah satu tanaman obat yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Tanaman ini dikenal berasal dari daerah Timur tengah. Yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bijinya. Jintan hitam banyak beredar di pasaran dengan harga yang sedikit mahal, tersedia dalam bentuk olahan dan biji asli. Secara umum produksi Mie Jiham dilakukan di kediaman salah satu anggota usulan program dengan alasan tempat strategis dekat dengan lokasi bahan baku, dengan lokasi pemasaran dan memiliki lingkungan yang relevan untuk kegiatan produksi. Lokasi beralamat di Jalan Polowijen 3 No. 16 A Blimbing Kota Malang.
Lokasi yang terletak diporos utama kota, sangat mempermudah dalam akses mendapatkan bahan baku. Bahan baku dapat dengan mudah dibeli di pasar tradisional yangmana lokasi produksi diapit oleh 2 pasar tradisional (Pasar Tradisional Blimbing Malang dan Pasar Tradisional Singosari) dengan jarak kurang dari 7 km.
Letak lokasi produksi juga dekat dengan akses tenaga kerja, yangmana tenaga kerja tersebut adalah anggota dari usulan program ini. Akses pemasaran juga mudah dilakukan, karena di sekitar lokasi produksi terdapat banyak organisasi kemasyarakatan. Keberadaan  organisasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemasaran. Lokasi produksi didukung oleh sinyal kuat semua operator sehingga mempermudah pemasaran melalui akses internet.
Mie Jiham adalah produk baru dalam inovasi makanan. Diperkirakan banyak masyarakat yang tidak tahu akan produk ini, namun melihat perkembangan perilaku konsumen yang sangat antusias terhadap produk baru maka optimisme terhadap peluang pasar sangat besar. Saluran pemasaran digunakan saluran pemasaran yang paling pendek dan paling sederhana yakni, saluran pemasaran dari produsen ke konsumen tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat langsung menjual barang yang dihasilkan pada konsumen. Untuk promosi digunakan metode Personal Selling. Metode tersebut mengharuskan interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan. Kemajuan teknologi tentunya harus dimanfaatkan untuk pemasaran. Strategi pemasaran yang kedua ini menggunakan peran media sosial seperti facebook dan twitter. Keberadaan grup dalam smartphone juga tak luput dari strategi pemasaran. Hal tersebut mencerminkan bahwa keberadaan teknologi dan modernisasi mampu dimanfaatkan untuk kegiatan penjualan.
Berdasarkan metode penghitungan harga Break Even Point, diperoleh biaya tetap sebesar
Rp 4.630.612 (rincian ada pada lampiran). Biaya tetap adalah biaya konstan untuk tiap tingkatan hasil produksi, seperti pembelian alat-alat produksi dan penyusutannya. Dan biaya variabel didapatkan sebesar Rp 5.564.000 (rincian ada pada lampiran). Biaya variabel adalah biaya yang berubah-ubah disebabkan oleh adanya perubahan jumlah hasil, bila jumlah barang yang dihasilkan bertambah maka biaya variabelnya meningkat. Hasil produksi diperkirakan mencapai 100kg dengan berat per kemasan 50gram, dari sini diperoleh hasil produksi sebesar 2000 kemasan dengan harga jual per kemasan Rp 6.000. Harga tersebut adalah harga yang cocok untuk satu kemasan mie jintan hitam yang berkhasiat.
Menurut metode penghitungan harga Break Even Point, usaha ini memiliki titik impas sebanyak 1439 kemasan, jadi penjualan minimal sebanyak 1439 kemasan sudah menutupi biaya produksi. Namun, setiap produsen pasti menginginkan laba, maka laba yang didapat dari penjualan adalah keberhasilan dari penjualan sisa kemasan penjualan minimal tadi (561 kemasan).

BAB 3
METODE PELAKSANAAN

1.      Tahap Perencanaan
Dalam tahap perencanaan dilakukan sebuah survei pasar. Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi pasar,minat konsumen, dan akses transportasi terhadap bahan baku. Survei dilakukan pula untuk mengetahui sasaran konsumen yangmana dalam hal ini sasaran komunitas lingkungan yang bagaimana yang bisa dijadikan lahan invasi pemasaran.
2.      Tahap Persiapan
Dalam tahap persiapan dilakukan penyediaan bahan baku seperti tepung terigu, telur, jintan hitam, bumbu-bumbu, kemasan dan pengadaan sarana produksi termasuk alat-alat dan tempat produksi.
3.      Tahap Produksi
Hal yang pertama dilakukan dalam tahap produksi adalah mencampur tepung terigu berprotein tinggi, garam, telur, jintan hitam dan air dalam satu wadah hingga menjadi adonan yang kalis. Agar adonan tercampur rata dan baik maka digunakan big mixer. Kemudian dilakukan tahap penghalusan adonan dari tingkat ketebalan 2 hingga 4 dengan alat yang disebut “Markato”. Markato adalah alat untuk menghaluskan, menipiskan, dan membentuk adonan sesuai bentuk mie jiham yang dikehendaki. Adonan yang sudah berbentuk mie langsung ditaruh di gantungan pengering yang digunakan untuk mengeringkan. Pengeringan mie dilakukan di bawah atap fiberglass. Penjemuran dilakukan diruang tertutup dibawah atap fiberglass agar higienitas mie tetap terjaga. Setelah mie kering sempurna mie ditimbang dengan berat tertentu untuk dikemas dan dipress.
4.      Pemasaran dan Pengemasan Produk
Produk mie jiham yang telah kering dikemas dengan menggunakan alumunium foil dengan stiker merek mie jiham. Dan dipress agar isi tidak mudah rusak. Kemudian mie dipasarkan dengan metode pemasaran Personal Selling dan saluran pemasaran langsung, selain itu digunakan pula sistem pemasaran secana online dengan memanfaatkan media sosial, grup smartphone, dan fasilitas interaksi smartphone lainnya.
   Tahap Evaluasi dan Pelaporan
Tahapan akhir yang dilakukan adalah kegiatan evaluasi yang berada pada tahap akhir produksi. Tahap evaluasi berisikan laporan data kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga tahap produksi sekaligus penjualan. Tahap evaluasi ditujukan untuk mengetahui rangkaian kegiatan usaha, keuntungan yang didapat, dan kinerja SDM. Sehingga dengan adanya tahap evaluasi hal-hal yang kurang dapat segera ditutupi agar konsumen mendapat pelayanan yang prima dan usaha ini tetap dipercaya.
BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


1.      Ringkasan Anggaran Biaya PKM-K

No
Jenis pengeluaran
Biaya (Rp)
1.
Peralatan penunjang (Penggiling markato,big mixer,loyang,baskom, pisau, gelas ukur, timbangan, pamflet, atap fiberglass, gantungan pengering, mesin press,kontainer penyimpanan, penyusutan alat-alat)
Rp 4.630.612

2.
Bahan habis pakai (tepung terigu, tepung sagu, telur, garam, air, jintan hitam, aluminium foil,stiker)
Rp 5.564.000
3..
Perjalanan (perjalanan pembelian bahan baku ke pasar tradisional)
Rp 12.000
4.
Administrasi (pembelian pulsa modem, pencetakan dokumen program)
Rp 65.000

Total
Rp 10.271.612

2.      Jadwal Kegiatan

No
Jenis Kegiatan
Bulan
1
2
3
4
1.
Perencanaan



2.
Persiapan



3.
Produksi



4.
Pemasaran Pengemasan



5.
Pelaporan






DAFTAR PUSTAKA


Swastha, Basu. 2002. Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.